Henry Jufri, kuli panggul
asal Makassar, menjadi bahan obrolan netizensepekan belakangan.
Sebabnya, pria 32 tahun ini berhasil mendapat penghasilan dari Google Play
sebanyak US$ 1.200 atau Rp 16 juta dari aplikasi game yang ia
ciptakan.

Namun begitu, Henry masih menekuni pekerjaannya sebagai kuli di
Pelabuhan Makassar. Ia tetap memikul barang penumpang yang beratnya ratusan
kilogram.
Henry
mengaku paling besar mendapat Rp 2 juta dengan bekerja kuli panggul. Itupun
jika beruntung dan tidak setiap bulan seperti itu, dan ia masih kuat
berkejaran
dengan kuli lain naik-turun kapal mendapat barang. Penghasilannya memang tidak
menentu, bisa Rp 20 ribu, kadang Rp 100 ribu sekali pikul.
"Hasilnya pun
harus dipotong 20 persen oleh bos yang memasukkan kami di pelabuhan," kata
Henry.
Menurut
henry, bekerja sebagai kuli panggul di pelabuhan juga tidak jelas status
ketenagakerjaannya. Sebabnya, tidak ada kontrak kerja atau status sebagai
karyawan perusahaan yang mempekerjakan.
Meski mereka diberi seragam dengan
nomor-nomor besar di punggung dan dada, tanda-tanda itu hanyalah simbol belaka.
"Tidak ada juga asuransi jika terjadi kecelakaan kerja," ucap Henry

Henri
mampu membuat 10 aplikasi game untuk pendidikan anak-anak dan dibayar oleh
Google sebesar US$1.175, jika dirupiahkan sang buruh panggul ini mendapat uang
sebesar Rp16,3 juta.
Penghasilan
dari membuat game itu jauh lebih besar dibanding upahnya sebagai pekerja
panggul barang penumpang kapal laut.
Untuk
pembuatan satu aplikasi game, ia mengaku hanya butuh waktu sehari,
sementara aplikasi game yang rumit dan sulit itu dikerjakan selama
sepekan.
Ayah
dua anak ini menekuni hobi mebuat aplikasi game sejak 2014 lalu hingga saat
ini. Sementara Henri bekerja sebagai buruh panggul sejak 2002.
Meski
mendapatkan uang dolar yang besar dibanding upahnya sebagai buruh panggul, tapi
Henri mengatakan akan terus menjalankan profesinya sebagai buruh panggul di
Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar.
Simak Video Berikut :
Henry Jufri, kuli panggul
asal Makassar, menjadi bahan obrolan netizensepekan belakangan.
Sebabnya, pria 32 tahun ini berhasil mendapat penghasilan dari Google Play
sebanyak US$ 1.200 atau Rp 16 juta dari aplikasi game yang ia
ciptakan.

Namun begitu, Henry masih menekuni pekerjaannya sebagai kuli di
Pelabuhan Makassar. Ia tetap memikul barang penumpang yang beratnya ratusan
kilogram.
Henry
mengaku paling besar mendapat Rp 2 juta dengan bekerja kuli panggul. Itupun
jika beruntung dan tidak setiap bulan seperti itu, dan ia masih kuat
berkejaran
dengan kuli lain naik-turun kapal mendapat barang. Penghasilannya memang tidak
menentu, bisa Rp 20 ribu, kadang Rp 100 ribu sekali pikul.
"Hasilnya pun
harus dipotong 20 persen oleh bos yang memasukkan kami di pelabuhan," kata
Henry.
Menurut
henry, bekerja sebagai kuli panggul di pelabuhan juga tidak jelas status
ketenagakerjaannya. Sebabnya, tidak ada kontrak kerja atau status sebagai
karyawan perusahaan yang mempekerjakan.
Meski mereka diberi seragam dengan
nomor-nomor besar di punggung dan dada, tanda-tanda itu hanyalah simbol belaka.
"Tidak ada juga asuransi jika terjadi kecelakaan kerja," ucap Henry

Henri
mampu membuat 10 aplikasi game untuk pendidikan anak-anak dan dibayar oleh
Google sebesar US$1.175, jika dirupiahkan sang buruh panggul ini mendapat uang
sebesar Rp16,3 juta.
Penghasilan
dari membuat game itu jauh lebih besar dibanding upahnya sebagai pekerja
panggul barang penumpang kapal laut.
Untuk
pembuatan satu aplikasi game, ia mengaku hanya butuh waktu sehari,
sementara aplikasi game yang rumit dan sulit itu dikerjakan selama
sepekan.
Ayah
dua anak ini menekuni hobi mebuat aplikasi game sejak 2014 lalu hingga saat
ini. Sementara Henri bekerja sebagai buruh panggul sejak 2002.
Meski
mendapatkan uang dolar yang besar dibanding upahnya sebagai buruh panggul, tapi
Henri mengatakan akan terus menjalankan profesinya sebagai buruh panggul di
Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar.
Simak Video Berikut :
0 Response to "Kuli Panggul, Menciptakan Game Android Dengan Gaji 16 Juta"
Post a Comment